tips membeli rumah

Tips Pertama Kali Membeli Rumah

Beberapa hal berikut dapat dijadikan pertimbangan dan tips pertama kali membeli rumah:

Kondisi keuangan

Memiliki uang tunai dalam jumlah tertentu belum dapat dijadikan jaminan untuk dapat membeli rumah yang diidamkan. Selain harga rumah itu sendiri, Anda juga harus benar-benar memahami seluruh biaya yang perlu dikeluarkan dalam proses pembelian rumah tersebut.

Berikut ini beberapa biaya yang diperlukan jika Anda membeli rumah secara kredit (KPR):

  • Uang tanda jadi (Booking Fee).
    • Pengembang biasanya akan menentukan besar uang tanda jadi. Namun jika Anda tidak membeli dari Pengembang, misalnya dari pasar sekunder, penjual properti dapat menentukan besar uang tanda jadi, biasanya berkisar antara 3-10 juta rupiah.
    • Pengembang akan memberikan formulir pesanan unit yang di dalamnya tertera jadwal pembayaran uang tanda jadi dan pelunasan uang muka. Jadwal ini harus ditulis dengan jelas dan disetujui oleh kedua pihak penjual dan pembeli. Jadwal pembayaran ini sangat penting sebagai panduan Anda dalam membayar cicilan/angsuran dan untuk menghindari denda keterlambatan yang bisa dibebankan kepada Anda selaku pembeli properti.
  • Uang Muka.
    • Seperti yang telah disinggung di atas, Anda perlu melunasi uang muka jika ingin membeli properti dari Pengembang. Untuk properti yang dibeli dari pasar sekunder, bank biasanya akan menentukan besar uang muka yang perlu dibayarkan kepada penjual langsung, besarnya berkisar antara 20%-50%.
    • Anda perlu berhati-hati dalam mengatur waktu pembayaran uang muka ini. Pastikan bahwa akad kredit Anda telah disetujui oleh pihak bank, sebelum Anda terlanjur membayarkan uang muka kepada penjual. Ini dapat dilakukan dengan membuat Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) dengan penjual di depan notaris yang mengatakan bahwa Anda baru akan membayar uang muka setelah akad kredit disetujui oleh pihak bank.
  • Angsuran.
    • Besar angsuran idealnya tidak melebihi 1/3 dari penghasilan Anda (suami/istri/gabungan).
  • Biaya notaris untuk mengikat kredit secara hukum

Gali informasi tentang harga pasar untuk properti yang Anda inginkan

  • Dapatkan penilaian indikatif dari Bank melalui survey penilaian aset properti untuk menentukan harga jual dan legalitas properti yang diinginkan. Nilai aset properti seharusnya tidak berbeda jauh dengan harga pasar yang berlaku.
  • Legalitas dokumen yang diperlukan antara lain Sertifikat Tanah (SHM/SHGB/Sarusun), Sertifikat IMB (izin Mendirikan Bangunan), SPPT PBB, Surat Kuasa Jual, Surat Warisan, dan lain-lain. Jika semua dokumen yang diperlukan telah dilengkapi, selanjutnya bank akan memberikan keputusan tentang kelayakan properti untuk proses akad kredit. Jika belum, maka pihak bank akan memberitahukan lebih lanjut tentang dokumen yang diperlukan.

Analisa resiko kredit

  • Sebelum menyetujui permohonan KPR Anda, bank akan menganalisa kredit untuk mengukur kemampuan angsuran/cicilan Anda. Besar angsuran per bulan tidak boleh melebihi dari 1/3 pendapatan suami, istri, atau gabungan. Verifikasi akan dilakukan melalui pemeriksaan rekening koran selama 3-6 bulan terakhir, untuk melihat pengeluaran bulanan Anda. Selain itu bank juga akan melakukan wawancara ditambah dengan kroscek rujukan yang anda berikan dan begitu pula dengan pengecekan ke Bank Indonesia.
  • Bank Indonesia akan memeriksa (jika ada) kartu kredit, kredit kendaraan bermotor, KPR lain, kredit lain, dan biaya hidup bulanan, atau jika pernah atau sedang dalam status Blacklist.
  • Bank akan memberikan keputusan atas permohonan KPR anda dalam waktu 14-60 hari kerja.

Akad kredit

Akad kredit dilakukan setelah semua syarat di atas telah terpenuhi. Setelah akad kredit, angsuran sudah dapat mulai dibayarkan. Ketika angsuran telah dilunasi, pastikan Anda mendapatkan Surat Pelunasan Utang dari bank dan Sertifikat Asli Kepemilikan Unit Properti sebagai tanda bukti resmi kepemilikan atas rumah pertama Anda.

Semoga informasi diatas dapat membantu Anda dalam mewujudkan impian unutk memiliki rumah idaman.Selamat Mencoba!

Gambar: fstraub812/Pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *